Gianluigi Donnarumma Juga Teladani Seorang Manuel Neuer

Penjaga gawang 18 tahun AC Milan dan Tim Nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, ternyata tidak hanya menjadikan seorang Gianluigi Buffon sebagai teladan yang dia contoh. Kiper Jerman dan Bayern Munchen, Manuel Neuer juga menjadi salah satu inspirasi Gigio selama ini.

Gianluigi Donnarumma Juga Teladani Seorang Manuel Neuer

Sebagaimana diketahui, nama Donnarumma mulai menguap ke permukaan sejak tahun 2015 , dimana dia memulai debut seniornya di usia 16 tahun dan sejak saat itu sudah didapuk menjadi salah seorang kiper terbaik di masa mendatang. Bahkan, Donnarumma diklaim sebagai salah satu suksesor Gianluigi buffon di tim Nasional Italia.

Sang pemain sendiri mengakui bahwa dia sangat mengidolakan sosok Buffon, namun selain Kapten tim nasional italia tersebut, Donnarumma juga mengagumi sosok Manuel neuer, penjaga gawang Tim Nasional Jerman dan Andalan Bayern Munchen. Donnarumma kerap kali menyaksikan aksi Neuer dibawah mistar gawang.

“Idola saya selalu Gigi Buffon, lalu Anda berada di tim yang saya dukung [saat masih anak-anak]. Sekarang di tim nasional, saya selalu punya Gigi, yang telah banyak membantu saya, tapi juga ada Neuer, yang menjadi panutan. Saya berusaha meniru dan belajar darinya.” katanya kepada Christian Abbiatti dalam wawancara untuk Milan TV.

Lebih lanjut, sosok berusia 18 tahun tersebut angkat bicara mengenai tur Pra musim AC Milan ke Tiongkok dan keberhasilan Rossoneri mendaratkan 10 pemain anyar pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini.

“Tiongkok? Saya juga di sana dua tahun lalu, itu pengalaman menyenangkan. Fans di sana luar biasa dan kami disambut dengan sangat baik. Milan baru? Banyak pemain baru tiba dan mereka yang sudah ada di sini membantu saya merasa di rumah.” Tandasnya.

Juventus Disebut Sudah tepat Lepas Leonardo Bonucci

Transfer Leonardo Bonucci menuju AC Milan memang begitu mengejutkan, sebagian besar fans Juventus jelas mengecam transfer ini, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sampai menghujat bintang timnas Italia tersebut. Tapi, Paolo Di Canio yang merupakan mantan pemain West Ham United merasa bahwa Bianconneri telah mengambil keputusan yang tepat.

Juventus Disebut Sudah tepat Lepas Leonardo Bonucci

Bagaimana tidak mengejutkan ? Bonucci sama sekali tidak memperlihatkan tanda ingin hengkang, meski beberapa kali isu tentang konflik antara dirinya dengan pelatih max Allegri sempat terdengar. Dia juga lebih dulu dikaitkan dengan tim-tim papan atas Eropa seperti Manchester City, Barcelona sampai Paris Saint-Germain. Pemain berusia 30 tahun itu lebih memilih bergabung langung ke klub rival, AC Milan.

Bagi Di Canio, kepindahan Bonucci tersebut tidak terhindarkan mengingat sang bek tengah sudah mengganggu keharmonisan ruang ganti Juve akibat perseteruannya dengan pelatih Massimiliano Allegri di musim lalu.

“Apakah saya terkejut dengan transfer ini? Di satu sisi, ya. Tapi di sisi lain, tidak, karena setelah melihat apa yang terjadi di musim lalu antara Bonucci, pelatih, dan klub. Di klub sebesar Juventus, hal itu tidak boleh terjadi,”

“Juventus bisa mengorbankan pemain top karena mereka ingin atmosfer yang bagus di ruang ganti. Mereka ingin sebuah tim yang kompak. Tahun ini adalah waktu yang tepat bagi Bonucci dan klub untuk berpisah. Tapi saya terkejut karena dia memilih Milan,” kata Di Canio kepada Goal Italia.

Bonucci sendiri merupakan rekrutan ke-9 AC Milan pada bursa transfer musim panas tahun ini, dan secara total Rossoneri sudah menggaet 10 pemain baru, dan yang paling terkini adalah gelandang Tim Nasional Argentina, Lucas Biglia yang ditbus dari Lazio.

Liverpool Harus Selalu Lolos ke Ajang Liga Champions

Musim depan, Liverpool akhirnya kembali meramaikan jumlah kontestan Liga Primer Inggris di ajang Liga Champions Eropa, setelah cukup lama absen dari kompetisi paling bergengsi se-Benua Biru tersebut. Padahal, mereka dinilai harusnya mampu mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa setiap musimnya.

Liverpool Harus Selalu Lolos ke Ajang Liga Champions

Sebagai informasi, terakhir kali Liverpool mendapatkan kehormatan bermain di ajang Liga Champions Eropa adalah di musim 2014/15 lalu. Saat itu, mereka sukses melangkah ke ajang Liga champions berkat sebelumnya finish di peringkat kedua klasemen akhir Liga Primer Inggris, tepatnya pada musim 2013/14.

Nah, saat itu mereka harus berterima kasih atas jasa Luis Suarez yang tampil begitu tajam di lini depan, namun kemudian memutuskan hengkang ke Barcelona pada musim panas tahun 2014. Padahal, dia begitu diharapkan untuk tetap tinggal di Anfield, karena sepeninggal sang pemain, Liverpool terlihat begitu rapuh menjalani musim baru yang kemudian berujung pada pemecatan Brendan Rodgers.

Setelah absen dari UCL selama dua musim, Jurgen Klopp berhasil membawa The Reds kembali. Suarez mengakui kualitas sang manajer dan berharap tren positif ini terus berlanjut di Anfield. Terkait keberhasilan ini, Luis Suarez turut angkat bicara, dengan mengatakan bahwa The Reds seharusnya bisa terus mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa setiap musim karena mereka memang pantas dan memiliki kualitas untuk hal tersebut.

“Saya pikir sang manajer baru, Klopp, butuh sedikit waktu, karena ia datang di tengah musim lalu, namun ia melakoni musim pertama yang fantastis. Saya pikir segalanya akan menjadi lebih baik musim depan karena ia adalah pelatih yang berkualitas dan punya banyak pemain yang bisa menciptakan perbedaan. Sudah pasti, Liverpool adalah klub yang seharusnya selalu terlibat dalam Liga Champions,” ungkap topskor Liga Primer Inggris 2013/14 itu.

John Terry Ingin Latih Chelsea Di Masa Mendatang

Meski sudah menanggalkan Jersey biru yang telah dia kenakan selama 22 tahun, John Terry tetap tidak melupakan klub yang sudah membesarkan nama dan karirnya, Chelsea. Di masa mendatang setelah pensiun tentunya, eks Kapten Timnas Inggris ini bertekad untuk jadi manajer The Blues.

John Terry Ingin Latih Chelsea Di Masa Mendatang

Sebagaimana diketahui, John Terry telah sepakat untuk mengakhiri cerita indahnya bersama Chelsea pada musim panas ini. Setelah kontraknya berakhir pada 30 juni kemarin, sang Legenda memutuskan untuk bergabung dengan Aston Villa. Dia dikontrak dengan durasi satu tahun, dan diharapkan mampu membawa klub memenangkan tiket ke ajang Liga Primer Inggris musim depan.

Usai kontraknya berakhir dengan Aston Villa, Terry mungkin akan segera pensiun, atau mungkin akan bermain selama satu musim lagi, tapi terlepas dari bagaimana masa depannya nanti di atas lapangan, yang jelas sang defender bertekad untuk menjadi pelatih Chelsea di masa mendatang.

“Itu adalah sebuah target. Saya dan Lamps sempat berbincang soal itu. Apakah mimpi Anda terlalu besar? Saya rasa Anda tidak pernah bisa bermimpi terlalu besar,” ujarnya seperti dilansir Sportsmole.

Namun demikian, terry enggan gegabah dengan langsung menukangi Chelsea tanpa memiliki pengalaman yang cukup. Dia lebih dulu akan menimba pengalaman sebelum akhirnya siap menukangi Chelsea.

“Saya selalu ingin menjadi yang terbaik dan jika itu dalam manajemen, maka Chelsea adalah satu-satunya. Itu akan luar biasa, tapi saya sadar juga Anda tidak bisa pergi ke tempat seperti Chelsea sebagai pekerjaan pertama Anda. Anda perlu pergi dan belajar, entah itu di akademi seperti yang dilakukan Stevie (Steven Gerrard, manajer Liverpool U-18),” tegasnya.

Chelsea sendiri saat ini ditangani Oleh Antonio Conte, dimmana pelatih asal Italia mampu membawa trofi Liga Primer kembali ke Stamford Bridge pada kampanye musim 2016/17 kemarin.